Nggak Asal Eksis, Invesitasi di Social Media Itu Perlu. 5 Taktik Ini Layak Ditiru!
January 26, 2017
Sering Bingung Menangani Komplain Pelanggan? Coba Ikuti 5 Langkah Ini!
February 18, 2017

Seperti yang kita tahu, harga merupakan pertimbangan teratas ketika kita ingin membeli produk atau menggunakan jasa. Di samping melihat kualitas, harga tetap secara natural selalu menjadi yang paling sensitif.
Untuk itu, penetapan harga sangat berpengaruh terhadap preferensi orang untuk membeli atau tidak, menggunakan atau tidak. Harga sangat berpengaruh terhadap penjualan dan pemasaran.
Setiap dari kita memiliki strategi yang berbeda-beda untuk menentukan harga, namun yang Anda wajib tahu, pastikan harga tersebut beriorientasi pada laba, volume penjualan, citra, dan stabilitas harga itu sendiri.

Maksudnya gini, orientasi pada laba adalah Anda akan menetapkan harga untuk mendapatkan laba tertinggi. Namun, sesuaikan dulu dengan sasaran labanya.
Anda juga harus beriorientasi pada volume penjualan untuk menarik pangsa pasar tertentu, tidak hanya mencari laba, namun juga untuk menggali konsumen.
Kemudian ada citra atau image, ini berkenaan dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan. Kenali produk Anda, mainkan murah mahalnya produk atau jasa Anda, beri harga sesuai dengan nilai produk atau jasa tersebut.
Selain itu, yang tidak boleh Anda lewatkan adalah adanya stabilitas harga, produk atau jasa Anda pasti memiliki pesaing, kan? Ketika Anda menetapkan harga, bawalah sisi persaingan tersebut untuk menjaga stabilitas harga.

Nah, lantas strategi seperti apa yang harus Anda terapkan untuk menetapkan harga? Kanefood punya rahasianya!

  1. Untuk produk baru,

Ketika Anda memiliki produk baru, penentuan harga sangat menentukan laku tidaknya produk Anda di pasaran. Maka hati-hati, sebaiknya Anda melakukan cara ini:

a. Skimming price

Adalah dengan cara menetapkan harga tinggi pada produk baru, disertai promosi besar-besaran. Kemudian, makin lama harganya makin turun.

b. Penetration price

Adalah dengan cara menetapkan harga rendah terlebih dulu pada produk baru, untuk menjangkau pasar. Kemudian, makin lama harganya makin naik.

      Memilih skimming atau penetration pasti ada kelebihan dan kekurangannya, Anda harus sering-sering mencari informasi seputar produk Anda. Menjajakan produk Anda ke pasaran, trial and error, Anda juga tentunya harus berani mengambil risiko, demi mencapai stabilitas harga.

  1. Untuk produk lama,

Seringkali, kita menjumpai perubahan harga pada produk lama, sebab sudah banyak beredar di pasaran, maka faktor pasar dan minat konsumen pun sangat memengaruhi. Bagaimana menetapkan harganya?

a. Mengikuti pasar

Dengan cara bertahan pada harga yang sudah ada, Anda berusaha untuk menjaga image produk Anda di mata konsumen. Namun, Anda harus siap atas gejolak pasar yang naik turun.

b. Menurunkan harga

Dengan cara menurunkan harga alias membuatnya menjadi lebih murah, Anda harus siap menerima keuntungan yang mungkin lebih rendah daripada biasanya. Sebaiknya, Anda memiliki cadangan biaya untuk mengatasinya.

c. Menaikkan harga

Dengan cara menaikkan harga, Anda berarti memiliki orientasi lebih untuk meraih keuntungan. Namun yang Anda harus perhatikan, kenaikan harga hendaknya disertai dengan kenaikan kualitas atau setidaknya tidak menurunkan kualitasnya. Risikonya, Anda harus siap memasarkan dengan lebih effort untuk meraih pasar.

Dalam menentukan harga, banyak referensi yang harus Anda lihat. Produk dengan harga mana yang sebaiknya Anda jadikan patokan, berapa presentase ketika Anda ingin membuat harga sales promotion, dan sebagainya.
Tips uniknya, tampilkan harga produk atau jasa Anda dengan gimmick harga ganjil seperti Rp 8,999. Bukan sekedar gimmick, tujuan tampilan harga seperti ini adalah untuk memainkan psikologis konsumen.
Terpenting, dalam berbisnis, yang namanya merugi itu pasti akan pernah Anda rasakan, namun ketika Anda dapat mengelolanya dengan baik, Anda akan survive.

Selamat berbisnis, selamat berhitung! 😀

Sumber:
bisnisukm.com

Penulis:
A.K

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Chat dg Kami